Minggu, 26 Desember 2010

TERAPI CAIRAN


Komposisi Cairan Tubuh

Laki-laki
Perempuan
Bayi
Total air tubuh (%)
60
50
75
Intraseluler
40
30
40
Ekstraseluler
20
20
35
 - Plasma
4
4
5
 - Interstitial
16
16
30

Kompartemen Cairan Tubuh

(mEq/L)
Plasma
Interstitial
Interseluler
Kation
Na
142
114
15

K
4
4
150

Ca
5
2,5
2

Mg
3
1,5
27

Total
154
152
194
Anion
Cl
103
114
1

HCO3
27
30
10

HPO4
2
2
100

SO4
1
1
20

Asam Organik
5
5
0

Protein
16
0
63

Total
154
152
194

Kebutuhan Cairan
n  Kebutuhan air pada orang dewasa setiap harinya adalah 30-35 ml/kgBB/24jam
n  Kebutuhan ini meningkat sebanyak 10-15 % tiap kenaikan suhu 1° C
n  Kebutuhan elektrolit Na 1-2 meq/kgBB (100meq/hari atau 5,9 gram)
n  Kebutuhan elektrolit K 1 meq/kgBB (60meq/hari atau 4,5 gram)

Kebutuhan Harian Bayi Dan Anak
Berat badan
Kebutuhan air (perhari)
s/d 10 kg
100 ml/kgBB
11-20 kg
1000 ml + 50 ml/kgBB (untuk tiap kg di atas 10 kg)
> 20 kg
1500 ml + 20 ml/kgBB (untuk tiap kg di atas 20 kg)
Keseimbangan Cairan Tubuh
Air masuk
Air keluar
Minuman: 800-1700 ml
Urine : 600-1600 ml.
Makanan: 500-1000 ml.
Tinja :  50-200 ml.
Hasil oksidasi: 200-300 ml.
Insensible loss : 850-1200 ml

Kebutuhan Cairan Meningkat
n  demam (12% setiap 1o > 37o C)
n  hiperventilasi
n  suhu lingkungan meningkat
n  aktivitas berlebih
n  kehilangan abnormal seperti diare
Kebutuhan Cairan Menurun
n  hipotermia (12% setiap 1o > 37o C)
n  kelembaban sangat tinggi
n  oliguria atau anuria
n  tidak ada aktivitas
n  retensi cairan misal pada gagal jantung

Masalah yang sering ditemukan pada pre operatif adalah
1.      Hipovolemia
a.       Aktual
1)      Perdarahan.
2)      Dehidrasi.
b.      Potensial
Puasa.
2.      Hipervolemia

TERAPI CAIRAN PERI OPERATIF
A.    Preoperatif
·         Pasien normohidrasi
·         pengganti puasa (DP): 2 ml/kgBB/jam puasa
·         (bedakan dengan kebutuhan cairan per hari (30-35ml/kg/hari))
·         cairan yang digunakan : kristaloid
·         pemberian dibagi dalam 3 jam selama anestesi :
                                    50 % dalam 1 jam pertama
                                    25 % dalam 1 jam kedua
                                    25 % dalam 1 jam ketiga
B. Durante operasi
            - Pemeliharaan: 2 ml/kg/jam
            - Stress operasi:
                                    operasi ringan  : 4 ml/kgBB/jam
                                    operasi sedang : 6 ml/kgBB/jam
                                    operasi berat    : 8 ml/kgBB/jam
           
Jenis pembedahan (menurut MK Sykes)
a.       Pembedahan kecil / ringan
-     Pembedahan rutin kurang dari 30 menit.
-     Pemberian anestesi dapat dengan masker.
b.      Pembedahan sedang.
-       Pembedahan rutin pada pasien yang sehat.
-       Pemberian anestesi dengan pipa endotracheal.
-       Lama operasi kurang dari 3 jam.
-       Jumlah perdarahan kurang dari 10% EBV
c.       Pembedahan besar.
-       Pembedahan yang lebih dari 3 jam.
-       Perdarahan lebih dari 10% EBV
-       Pembedahan di daerah saraf pusat, laparatomi, paru dan kardiovaskuler


Perdarahan :
                        hitung EBV
                        jika perdarahan
                        10% EBV        berikan kristaloid substitusi dengan
                                                perbandingan 1 : 2-4ml cairan
                        10% kedua      berikan koloid 1 : 1 ml cairan
                        > 20 % EBV   berikan darah 1 : 1 ml darah

Contoh :
Pria BB 50 kg
            à EBV 50 X 70 ml = 3500 ml
            maka jika perdarahan 800 ml digantikan dengan
            10% pertama (350 ml) à kristaloid 700-1400 ml
            10% kedua (350 ml) à koloid 350 ml
            100 ml à darah 100 ml


Pada anak dan bayi
Pemeliharaan:
            10 kg pertama                         4 ml/kgBB/jam
            10 kg kedua                2 ml/kgBB/jam
            Kg selanjutnya            1 ml/kgBB/jam
            bedakan dengan kebutuhan per hari :
Defisit puasa (DP): cairan pemeliharaan x jam puasa
Stress operasi :
            Ringan             : 2 ml/kgBB/jam
            Sedang                        : 4 ml/kgBB/jam
            Berat                           : 6 ml/kgBB/jam

C. Pasca operasi
Terapi cairan pasca bedah ditujukan untuk :
a.       Memenuhi kebutuhan air, elektrolit, nutrisi
b.      Mengganti kehilangan cairan pada masa paska bedah (cairan lambung, febris)
c.       Melanjutkan penggantian defisit pre operatif dan durante operatif
d.      Koreksi gangguan keseimbangan karena terapi cairan
Pada penderita pasca operasi nutrisi diberikan bertahap (start low go slow).
Penderita pasca operasi yang tidak mendapat nutrisi sama sekali akan kehilangan protein 75-125 gr/hari à Hipoalbuminemia à edema jaringan, infeksi, dehisensi luka operasi, penurunan enzym pencernaan

1.      Pasien tidak puasa post operasi.
a.    Kebutuhan cairan (air) post operasi.
§  Anak
BB 0-10 kg             1000 cc / 24 jam
BB 10-20 kg           1000 cc + 50 cc tiap > 1 kg
BB > 20 kg             1500 cc + 20 cc tiap > 1 kg
§  Dewasa
50 cc / kgbb/ 24 jam.
b.    Kebutuhan elektrolit anak dan dewasa
Na+      2-4 mEq / kgbb
K+        1-2 mEq / kgbb
c.    Kebutuhan kalori basal
§  Dewasa
BB (kg) x 20-30
§  Anak berdasarkan umur
Umur (tahun)
Kcal / kgbb / hari
< 1
80-95
1-3
75-90
4-6
65-75
7-10
55-75
11-18
45-55

2.      Pasien tidak puasa post operasi.
Pada pasien post op yang tidak puasa, pemberian cairan diberikan berupa cairan maintenance selama di ruang pulih sadar (RR). Apabila keluhan mual, muntah dan bising usus sudah ada maka pasien dicoba untuk minum sedikit-sedikit.
Setelah kondisi baik dan cairan peroral adekuat sesuai kebutuhan, maka secara perlahan pemberian cairan maintenance parenteral dikurangi. Apabila sudah cukup cairan hanya diberikan lewat oral saja.

Rumus Darrow
BB (kg)
Cairan (ml)
0-3
95
3-10
105
10-15
85
15-25
65
>25
50
Tetesan infus: Mikro: BBx darrow /96
Makro: BB x darrow/24

Melihat tanda-tanda pada pasien disesuaikan dengan prosentase EBV yang hilang:
TANDANYA
Tensi systole
120 mmhg
100 mmhg
< 90 mmhg
< 60-70 mmhg
Nadi
80 x/mnt
100 x/mnt
> 120 x/mnt
> 140 x/mnt
Perfusi
Hangat
Pucat
Dingin
Basah
Estimasi perdarahan
Minimal
600 ml
1200 ml
2100 ml
Estimasi infus
Minimal
1-2 liter
2-4 liter
4-8 liter

Melihat tanda klinis dan sesuaikan dengan prosentase defisit.
Tanda
Ringan
Sedang
Berat
Defisit
3-5 % dari BB
6-8 % dari BB
10 % dari BB
Hemodinamik
- Tachycardia
-      Tachycardia
-      Hipotensi ortostatik
-      Nadi lemah
-      Vena kolaps
-   Tachycardia.
-   Cyanosis.
-   Nadi sulit diraba
-   Akral dingin.
Jaringan
-    Mukosa lidah kering
-    Turgor kulit normal
-      Lidah lunak
-      Keriput
-      Turgor menurun
-   Atonia, mata cowong
-   Turgor sangat menurun
Urine
-    Pekat
-      Pekat, produksi / jumlah  menurun
-   oligouria
SSP
Tak ada kelainan
-      Apatis
-   Sangat menurun / coma

Problem puasa
a.       Pada keadaan normal kehilangan cairan berupa
v  Insesible water losses (IWL)
v  Sensible water losses (SWL)
Pada orang dewasa kehilangan ± 2250 cc yang terdiri atas
1)      IWL 700 ml / 24 jam
(suhu lingkungan 25 oC kelembaban 50-60 %, suhu badan 36-37 oC).
2)      SWL
Urine 1 cc / kgbb / jam (24 cc / kg / bb / 24 jam)
b.      Kebutuhan elektrolit tidak terpenuhi
Kebutuhan normal:     Na+ 2-4 mEq / kgbb / 24 jam
K+ 1-2 eEq / kgbb / 24 jam
c.       Kebutuhan kalori tidak terpenuhi
Kebutuhan normal: 25 Kcal / kgbb / jam
d.      Pada operasi elektif yang dipuasakan, penggantian cairan hanya untuk maintenance saja
e.       Pemberian cairan pre operasi adalah untuk mengganti bila ada
1)      Kehilangan cairan akibat puasa.
2)      Kehilangan cairan akibat perdarahan.
3)      Kehilangan cairan akibat dehidrasi.
f.       Pemberian darah pre operasi di dasarkan atas pertimbangan yang matang dan apabila perlu dilakukan pemeriksaan darah lebih dahulu.
Cairan pengganti
-       Kristaloid                2-4 kali dari jumlah perdarahan.
-       Koloid                    1 kali dari jumlah perdarahan
-       Darah (WB)            1 kali dari jumlah perdarahan

JENIS CAIRAN INFUS
Berdasarkan Partikel dlm Cairan dibagi menjadi:
I. KRISTALOID
A. Cairan Hipotonik
  • Osmolaritasnya lebih rendah dibandingkan serum (< 285 mOsmol/L) à cairan  “ditarik” dari dalam pembuluh darah keluar ke jaringan sekitarnya
  • Digunakan pada keadaan sel “mengalami” dehidrasi, misalnya pada pasien cuci darah (dialisis) dalam terapi diuretik, juga pada pasien hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) dengan ketoasidosis diabetik.
  • Komplikasi : kolaps kardiovaskular dan peningkatan tekanan intracranial
  • Contoh NaCl 45% dan Dekstrosa 2,5%.
B. Cairan isotonik
  • osmolaritas (tingkat kepekatan) cairannya mendekati serum (bagian cair dari komponen darah) = 285 mOsmol/L, sehingga terus berada di dalam pembuluh darah.
  • Bermanfaat pada pasien yang mengalami hipovolemi (kekurangan cairan tubuh, sehingga tekanan darah terus menurun).
  • Memiliki risiko terjadinya overload (kelebihan cairan), khususnya pada penyakit gagal jantung kongestif dan hipertensi.
  • Contoh: Ringer-Laktat (RL), dan normal saline / larutan garam fisiologis (NaCl 0,9%)
C. Cairan Hipertonik
  • Osmolaritasnya lebih tinggi dibandingkan serum (> 285 mOsmol/L), sehingga “menarik” cairan dan elektrolit dari jaringan dan sel ke dalam pembuluh darah.
  • Mampu menstabilkan tekanan darah, meningkatkan produksi urin, dan mengurangi edema (bengkak).
  • Misalnya Dextrose 5%, NaCl 45% hipertonik, Dextrose 5%+Ringer-Lactate, Dextrose 5%+NaCl 0,9%, produk darah (darah), dan albumin


II. KOLOID
            Mempunyai partikel besar, yg agak sulit menembus membran semipermeabel/ dinding pembuluh darah. dan tetap berada dalam pembuluh darah, maka sifatnya hipertonik, dan dapat menarik cairan dari luar pembuluh darah.
Contohnya adalah dextran, albumin dan steroid, HES (Hydroxy Etil Starch)
            Berdasar tekanan Onkotik-nya ada 2 mcm :
-      Iso-Onkotik                 : Co/ Albumin 25%
-      Hiper-Onkotik             : Co/ Albumin 5%



Efek Pemberian Ci Infus terhadap Kompartemen Ci Tubuh :

Dext 5% (Hipotonis)
Kristaloid
Isotonis
Kristaloid
hipertonis
Koloid
Iso-Onkotik
Koloid
Hiper-Onkotik
Vol.Intra-vask.

­

­

­­

­­

­­­
Vol.Inter-stitiel

­­

­­

­­­

-

¯
Vol.Intra-sel

­­­

-

¯

-

¯

Beberapa Contoh Cairan Infus
1. Asering (Ringer Asetat/Asering)
   Keunggulan:
-          Asetat dimetabolisme di otot à aman bagi pasien dg gangguan liver
-          Pd kasus bedah à mempertahankan suhu tubuh
-          Efek vasodilator
-          Efektif mengatasi asidosis
Komposisi :
Na+ = 130
Cl- = 108.7
K+ = 4
Ca++ = 2.7
Asetat = 28
2. KAEN 1B
Komposisi :
Mengandung elektrolit mEq/L
Na+ = 38.5
Cl- = 38.5
Dekstrosa = 37.5 gr/L
3. KAEN 3A
Komposisi :
Mengandung elektrolit mEq/L
Na+ = 60
Cl- = 50
K+ = 10
Laktat = 20
Dekstrosa = 27 gr/L
4. KA-EN 3B
Mengandung elektrolit mEq/L
Na+ = 50
Cl- = 50
K+ = 20
Laktat = 20
Dekstrosa = 27 gr/L
   indikasi:
   Kasus-kasus baru di mana status gizi tidak terlalu jelek, antara lain:
-          Pneumonia
-          Pleural Effusion
-          Ketoasidosis diabetik (setelah rehidrasi dg NaCl 0,9%)
-          Observasi Tifoid
-          Observasi demam yang belum diketahui  penyebabnya
-          Status asthmaticus
-          Fase pemulihan dari DBD
5. KA-EN 4A
   Mengandung elektrolit mEq/L
Na+ = 30
Cl- = 20
Laktat = 10
Dekstrosa = 40 gr/L
6. KA-EN 4B
   Mengandung elektrolit mEq/L
Na+ = 30
Cl- = 28
K+ = 8
Laktat = 10
Dekstrosa = 37.5 gr/L
7. Ringer Laktat
   Tiap 100 ml terdiri atas:
   NaCl             0,6 g
   NaLaktat      0,312 g
   KCl              0,04 g
   CaCl             0.027 g
  
   Osmolaritas:
   Na+                           131
   K+                             5
   Ca2+                          2
   Cl-                              111
   HCO3- (laktat)          29
8. NS (Normal Salin/ NaCl 0,9%)
   Tiap 500ml mengandung NaCl 4,5g
   Osmolaritas:
   Na+                           154
   Cl-                              154
9. Glukosa 5%
   Tiap 500ml mengandung glukosa 25g
   Osmolaritas 280 mOsm/l setara dengan 800kJ/l atau 190kkal/l
10. Glukosa 10%
   Tiap 500ml mengandung glukosa 55g
   Osmolaritas 555 mOsm/l setara dengan 1680kJ/l atau 400kkal/l
11. D5 ½ NS
   Tiap 500ml mengandung
   glukosa         25g
   NaCl             2,25g
   Kandungan elektrolit
   Na+                           77
   Cl-                              77
   Setara dengan 840kJ/200kkal
11. D5 ¼ NS
   Tiap 500ml mengandung
   glukosa         27,5g
   NaCl             1,125g
   Kandungan elektrolit
   Na+               38,5
   Cl-                 38,5
   Setara dengan 840kJ/200kkal
12. HES 6%
   Tiap 500 ml terdiri atas:
   HES             30 g
   NaCl             3,45 g
   NaLaktat      2,24 g
   KCl              0,15 g
   CaCl             0.11 g
  
   Osmolaritas (mmol/l):
   Na+                           138
   K+                             5
   Ca2+                          3
   Cl-                              125
   HCO3- (laktat)          20
   Osmolaritas berkisar 280 mOsm/l
   pH: +6


Catatan: kandungan antar merek dagang dapat berbeda-beda. Namun dalam rentang yang hampir mirip. 

0 komentar:

newer post older post Home