Minggu, 12 Desember 2010

Candidosis


Pendahuluan
Infeksi Candida pertama kali didapatkan di dalam mulut sebagai trush yang dilaporkan oleh Francois Valleix (1836). Langerbach (1839) menemukan jamur penyebabab trush, kemudian Berhout (1923) member nama organism tersebut sebagai kandida.1

Definisi
Kandidosis adalah penyakit jamur yang bersifat akut atau subakut disebabkan oleh spesies Candida,biasanya dapat mengenai mulut, vagina, kulit, kuku,bronki atau paru, kadang-kadang dapat menyebabkan septikimia, endokarditis , atau meningitis.1
Infeksi Candida albicans ini menyerang kulit, mukosa maupun alat dalam. Beberapa faktor predisposisi seperti kehamilan, obesitas, DM, pemakaian antibiotik, antiseptic atau kortikosteroid yang lama, penyakit kronik (TBC, tumor ganas), kurang gizi,serta kulit yang kotor, lembab, dan basah mempermudah terjadinya kandidiasis(kandidosis)ini.Penyebab Agen penyebab paling sering dari kandidiasis murni adalah Candida albicans.Bayi dapat terinfeksi melalui vagina saat dilahirkan, atau karena dot yang tidaksteril.2

Insidensi
Penyakit ini terdapat di seluruh dunia, dapat menyerang semua umur. Baik laki-laki maupun perempuan. Jamur penyebabnya terdapat pada orang sehat sebagai saprofit. Gambaran klinisnya bermacam-macam sehingga tidak diketahui data-data penyebarannya dengan tepat.1,



Etiologi
Yang tersering sebagai penyebab iaalah Candida albicans yang dapat di isolasi dari kulit mulut, selaput mukosa vagina, dan feses orang normal. Candida biasanya menginfeksi kulit dan selaput lendir (contohnya mulut dan vagina).
Kadang jamur ini menyusup ke jaringan yang lebih dalam (misalnya darah) dan menyebabkan kandidiasis sistemik, yang bisa berakibat fatal. Infeksi yang lebih serius ini paling sering terjadi pada penderita gangguan sistem kekebalan (misalnyapenderitaAIDSataupenderitakankeryangmenjalanikemoterapi).Candida adalah penghuni normal saluran pencernaan dan vagina yang biasanya tidak menimbulkan penyakit.Tetapi ada beberapa faktor resiko yang mendorong terjadinyainfeksiolehCandida:Kelembabandankehangatan.Jikalingkungansekitarnya menguntungkan (misalnya lembab atau hangat) atau jika terdapat gangguan sistem kekebalan, maka jamur bisa menginfeksi kulit.Candida tumbuh dengan suburdalamsuasanahangatdanlembab.Pemakain antibiotic..Kadang orang yang mengkonsumsi antibiotik menderita infeksi Candida karena antibiotik membunuh bakteri yang dalam keadaan normal terdapat di dalam jaringan, sehingga pertumbuhan Candida tidak terkendali.Kortikosteroid atau terapi imunosupresa pasca pencangkokanorgan.Kedua hal ini bisa menurunkan pertahanantubuhterhadapinfeksijamur.KehamilanObesitas(kegemukan)Diabetes3
Patofisiologi
Infeksi kandida dapat terjadi apabila ada factor predisposisi baik endogen maupun eksogen.
Faktor endogen :
1.Perubahan Fisiologik : kehamilan,kegemukan, debilitas, iatrogenic, endokrinopati, penyakit kronik.
2. Umur
3.Imunologik
Faktor eksogen : iklim , ;panas, kelembapan , kebiasaan berendam kaki dalam air, dan kontak dengan penderita.1
Menempelnya mikroorganisme dalam jaringan sel pejamu menjadi syarat mutlak untuk berkembangnya infeksi. Secara umum diketahui bahwa interaksi antara mikroorganisme dansel pejamu diperantarai oleh komponen spesifik dari dindingsel mikroorganisme, adhesin dan reseptor.Manan danmanoprotein merupakan molekul-molekul C. albicans yangmempunyai aktifitas adhesif. Khitin, komponen kecil yangterdapat pada dinding sel C. albicans juga berperan dalamaktifitas adhesive.Setelah terjadi proses penempelan, C.albicans berpenetrasi ke dalam sel epitel mukosa. Dalam halini enzim yang berperan adalah aminopeptidase dan asamfosfatase. Apa yang terjadi setelah proses penetrasi tergantungdari keadaan imun dari pejamu.Pada umumnya C. albicans berada dalam tubuh manusiasebagai saproba dan infeksi baru terjadi bila terdapat factor. 2
Klasifikasi                          .                                                                                                                           
Berdasarkan tempat yang terkena Conant dkk (1971), membaginya sebagai berikut :
Kandidosis selaput lender :
Kandidosis oral, Perleche, Vulvovaginitis, Balanitis, Kandidosis mukokutan kronik, kandidosis bronkopulmonar dan paru.
Kandidosis kutis :                                   
Lokalisata :
a.       daerah intertriginosa
b.      daerah perianal.
Generalisata, paronikia, onikomikosis, dan kandidosis kutis granulomatosaa.
Kandidosis sistemik :
Endokarditis, meningitis, pielonefritis, septicemia.1
gejala Klinik

1.Kandidosis selaput lender

a.Thrush

Biasanya mengenai bayi, tampak psedeumembran putih coklat muda kelabu yang menutup lidah, palatum mole, pipi bagian dalam. Lesi dapat terpisah-pisah dan tampak seperti kepala susu pada rongga mulut. Bila psedeumembran terlepas dari dasarnya tampak daerah yang basah dan merah.

Pada glottis kronik, lidah tampak halus dengan papilla yang atrofik atau lesi berwarna putih di tepiatau di bawah permukaan lidah.Bercak putih ini tidak tampak jelas bila penderita sering merokok.

b.Perleche

Lesi berupa fisur pada sudut mulut; lesi ini mengalami maserasi, erosi, basah, dan dasarnya eritematosa. Faktor predisposisinya ialah defisiensi riboflavin.

c.Vulvovaginitis

Biasanya sering terdapat pada penderita diabetes mellitus karena kadar gula darah dan urine yang tinggi dan pada wanita hamil karena penimbunan glikogen dalam epitel vagina. Keluhan utama ialah gatal di daerah vulva. Pada yang berat terdapat pula rasa panas, nyeri sesudah miksi, dan dispaneuria.

Pada Pemeriksaan yang ringan tampak hyperemia di labia minora, introitis vagina , dan vagina terutama 1/3 bagian bawah. Sering pula terdapat kelainan yang khas ialah bercak-bercak putih kekuningan. Pada kelainan yang berat juga terdapat edema pada labia minora dan ulkus-ulkus yang dangkal pada labia menorah dan sekitar introitus vaginal.

Fluor albus pada kandidosis vagina berwarna kekuningan. Tanda yang khas ialah disertai gumpalan-gumpalan sebagai kepala susu berwarna putih kekuningan. Gumpalan tersebut berasal dari massa yang terlepas dari dinding vulva atau vagina terdiri atas bahan nekrotik, sel-sel epitel , dan jamur.

Balanitis atau balanopostitis

Penderita mendapat infeksi karena kontak seksual dengan wanitanya yang menderita vulvovaginitis, lesi berupa erosi, pustule dengan dindingnya yang tipis, terdapat glans penis dan sulkus koronarius glandis.

Kandidosis mukokutan kronik

Penyakit ini timbul karena adanya kekurangan fungsi leukosit atau system hormonal, biasanya terdapat pada penderita bdengan bermacam-macam defisiensi yang bersifat genetik, umumnya terdapat pada anak-anak. Gambaran klinisnya mirip penderita dengan defek poliendokrin.

II. Kandidosis kutis

a.Kandidosis intertriginosa

Lesi di daerah lipatan kulit ketiak, lipat paha, antara jari tangan atau kaki, glans penis, dan umbilicus, berupa bercak yang berbatas tegas,bersisik, basah dan eritematosa.

Lesi tersebut dikelilingi oleh satelit berupa vesikel-vesikel dan pustule-pustule kecil atau bula yang bila pecah meninggalkan daerah yang erosive, dengan pinggir-pinggir kasar dan berkembang seperti lesi primer.

Kelainan ini sering terjadi pada orang-orang yang gemuk, menyerang lipatan-lipatan kulit yang besar seperti inguinal, aksila dan lipat payudara. Yang khas di sini adalah bercak kemerahan yang agak lebar pada lipatan kulit tersebut, dengan dikelilingi lesi-lesi satelit. Ditengah lesi yang lebar sering terjadi erosi, sedangkan ditepinya terjadi pengelupasan kulit tanpa peninggian lesi. Pada orang yang banyak mencuci, jamur ini menyerang interdigital tangan maupun kaki. Terjadi daerah erosi dengan maserasi berwarna keputihan di tengahnya. Juga disini terjadi lesi-lesi satelit di sekelilingnya.5

b.Kandidosis perianal

Lesi berupa maserasi seperti infeksi dermatofit tipe basah. Penyakit ini menimbulkan pruritus ani.

c.Kandidosis kutis generalisata

Lesi terdapat pada glabrous skin, biasanya juga di lipat payudara, intergluteal, dan umbilicus. Sering disertai glositis, stomatitis, dan paronikhia. Lesi berupa ekzematoid, dengan vesikel-vesikel dan pustule-pustul. Penyakit ini sering terdapat pada bayi , mungkin karena ibunya menderita kandidosis vagina atau mungkin karena gangguan imunologik.

Paronikia dan onikomikosis

Sering di derita oleh orang-orang yang pekerjaannya berhubungan dengan air, bentuk ini tersering di dapat. Lesi berupa kemerahan, pembengkakan yang tidak bernanah, kuku menjadi tebal, mengeras dan berlekuk-lekuk, kadang-kadang berwarna kecoklatan, tidak rapuh, tetap berkilat dan tidak terdapat sisa jaringan di bawah kuku seperti pada tinea ungulum.1.Infeksi jamur pada kuku dan jaringan sekitarnya ini menyebabkan rasa nyeri dan peradangan sekitar kuku. Kadang-kadang kuku rusak dan menebal. Bila terjadi infeksi ikutan oleh pseudomonas aeruginosa, lesi akan berwarna kehijauan.5

Diaper-rash

Sering terdapat pada bayi yang popoknya selalu basah dan jarang dig anti yang dapat menimbulkan dermatitis iritan, juga sering di derita neonates sebagai gejala sisa dermatitis oral dan perianal.

Kandidosis granulomatosa

Houser dan Rothman melaporkan bahwa penyakit ini sering menyerang anak-anak, lesi berupa papul kemerahan tertutup krusta tebal berwarna kuning kecoklatan dan melekat erat pada dasarnya. Krusta ini dapat menimbulkan seperti tanduk sepanjang 2 cm, lokalisasinya sering terdapat di muka, kepala, kuku, badan, tungkai, dan jari.

III.Kandidosis Sistemik

Endokarditis

Sering terdapat pada penderita morfin sebagai komplikai penyuntikan yang di lakukan sendiri, juga dapat di derita oleh penderita sesudah operasi jantung.

Meningitis

Terjadi karena penyebaran hematogens jamur, gejalanya sama dengan meningitis tuberculosis atau Karena bakteri lain.

IV.Reaksi Id (kandidid)

Reaksi terjadi karena adanya metabolit kandida, klinisnya berupa vesikel-vesikel yang bergerombol , terdapat pada sela jari tangan atau bagian badan yang lain, mirip dermatofitid.

Di tempat tersebut tidak ada elemen jamur. Bila lesi kandidosis di obati, kandida akan menyembuh. Jika di lakukan uji kulit dengan kandidin (antigen kandida) member hasil positif.1

Kelaian ini merupakan suatu reaksi alergi terhadap elemen jamur atau metabolit Candida SPP. Kelainan biasanya bermanifestasi jauh dari tempat infeksi asal, dapat berupa eritema, vesikula, papula, ataupun urtika. Biasanya terbentuk bersama-sama sekaligus dengan di sertai rasa gatal yang bervariasi mulai dari yang ringan sampai yang berat. Bila dilakukan pemeriksaan kerokan lesi, tidak akan di temukan jamur penyebab.5

 

 Histopatologi

Dinding sel C. albicans berfungsi sebagai pelindung dan juga sebagai target dari beberapa antimikotik. Dinding sel berperan pula dalam proses penempelan dan kolonisasi serta bersifat antigenik.Fungsi utama dinding sel tersebut adalah memberi bentuk pada sel dan melindungi sel ragi dari lingkungannya.C. albicans mempunyai struktur dinding sel yang kompleks, tebalnya 100 sampai 400 nm. Komposisi primer terdiri dari glukan, manan dan khitin. Manan dan protein berjumlah sekitar 15,2-30 % dari berat kering dinding sel, -1,3-D-glukandan ­1,6-D-glukan sekitar 47-60 %, khitin sekitar 0,6-9 %, protein 6-25%dan lipid 1-7 %. Dalam bentuk ragi, kecambah dan miselium, komponen-
komponen ini menunjukkan proporsi yang serupa tetapi bentuk miselium memiliki khitin tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan sel ragi.Dinding sel C. albicans terdiri dari lima lapisan yang berbeda.Segal dan Bavin (1994) memperlihatkan bahwa dinding sel C. albicans terdiri dari lima lapisan yang berbeda . 4
                                     
Pembantu Diagnosis
1.Pemeriksaan langsung
Kerokan kulit atau uasapan mukokutan diperiksa dengan larutan KOH 10 % atau dengan pewarnaan gram , terlihat sel ragi, blastospora, atau hifa semu.

2.Pemeriksaan biakan
Bahan yang akan di periksa di tanam dalam agar dektrosa glukosa Sabouraud, dapat pula agar ini di buahi antibiotic (kloramfenikol) untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Perbenihan di simpan dalam suhu kamar atau lemari suhu 37 0 C, koloni tumbuh setelah 24-48 jam , berupa yeast like colony. Identifikasi Candida Albicans dilakukan dengan membiakkan tumbuhan tersebut pada corn meal agar.1

 Diagnosis Banding
Kandidosis kutis lokalisata dengan :
a.Eritrasma
b.Dermatitis intertriginosa
c.Dermatofitosis
Kandidosis kuku dengan tinea ungulum
Kandidosis vulvovaginitis dengan ;
a.Trikomonas vaginalis
b.Gonore akut
c.Leukoplakia
d.Liken planus
Diagnosis
Diagnosis kandidosis kutis di tegakkan atas adanya gejala klinik berupa lesi eritematosa bebrbatas tegas dan meluas disertai lesi satelit di sekitarnya. Diagnosis di tunjang dengan pemeriksaan kerokan kulit dengan larutan KOH 10 % atau preparat gram.5
 Penatalaksanaan
  1. Menghindari atau menghilangkan factor predisposisi
  2. Topikal :
-          Larutan ungu gentian ½-1 % untuk selaput lender, 1-2% untuk kulit, dioleskan sehari 2 kali selama 3 hari.
-          Nistatin berupa krim, salep,emulsi
-          Amfoterisin B
-          Grup azol antara lain : mikonazol 2 % berupa krim atau bedak, klotrimazol 1 % berupa bedak, larutan dan krim, Tiokonazol,bufonazol, isokonazol, Siklopiroksamin 1 % larutan ,krim , antimikotik yang lain yang berspektrum luas.
  1. Sistemik
-          Tablet nistatin untuk menghilangkan infeksi fokal dalam saluran cerna, obat ini tidak di serap usus.
-          Amfoterisin B diberikan intravena intuk kandidosis sistemik
-          Untuk kandidosis vaginalis dapat di berikan kotrimazol 500 mg per vaginam dosis tunggal, sistemik dapat diberikan ketokonazol 2x200 mg selama 5 hari atau dengan itrakonazol 2x200 mg dosis tunggal atau dengan flukonazol 150 mg dosis tunggal
-          Itrakonazol :bila di pakai untuk kandidosis vulvovaginalis dosis untuk orang dewasa 2x200 mg sehari, selama 3 hari.1
Prognosis
Umumnya baik, bergantung pada berat ringannya factor predisposisi1

DAFTAR PUSTAKA

  1.  Djuanda, adhi. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. 2007. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
  2. Cermin dunia kedokteran. Hl.2006.35
  3. Anonymous.Kandidasis. Dikutip dari :http://www.Indonesia.com/fl/3997
  4. Anonymous. Keratin 17. http://www.wikipedia.org . Pada tanggal 3 Maret 2010.
Prof.Dr.Marwali Harahap, Ilmu Penyakit Kulit, Penerbit Hipokrates,1998

0 komentar:

newer post older post Home