Minggu, 26 Desember 2010

ASPIRASI


--> masuknya isi lambung atau cairan lambung ke dalam paru-paru

asam lambung dan makanan (meskipun efeknya tak sehebat efek asam lambung) masuk ke paru-paru --> menyebar ke seluruh paru terutama alveoli à gangguan pertukaran O2 dan CO2 à jatuh ke keadaan hipoksia dan sianosis

Efek proteksi paru-paru : batuk disertai laringospasme, berguna untuk mencegah lebih banyak lagi aspirat yang masuk, namun berakibat juga penyumbatan saluran nafas

Kasus-kasus yang menyebabkan penurunan efek proteksi paru-paru :
1.          Pasien dengan gangguan kesadaran oleh narkotika, anestetika, maupn sedativa yang berlebihan
2.          Pasien dengan koma atau kesadaran menurun karena trauma kapitis
3.          Pasien dengan gangguan saraf (mis: fraktur vertebra servikalis), penderita sindrom Guilelenbare (terjadi kelumpuhan otot secara menyeluruh termasuk otot pernafasan)
4.          Pasien dengan gangguan pernafasan
5.          Pasien dengan distensi abdomen yang sangat hebat (mis: peritonitis) 

Derajat kerusakan yang parah ditentukan oleh:
-      pH aspirat (asam lambung) : < 2,5
-      Volum aspirat (asam lambung) : > 25 cc
            Walaupun pH netral, bila volumnya   banyak, kerusakan yang hebat tetap   terjadi

Kerusakan paru-paru yang terjadi berupa :
-      Degenerasi epitel bronkus
-      Edema paru
-      Perdarahan di dalam alveoli
-      Terdapat daerah-daerah atelektasis
-      Nekrosis sel alveoli

Setelah aspirat cair masuk ke paru-paru :
-      Dalam 4 jam mulai merusak alveoli
-      Setelah 24 jam terjadi infiltrasi fibrin di alveoli
-      Dalam 24-36 jam terjadi pengelupasan mukosa alveoli
-      Setelah 48 jam terbentuk membran hialin di alveoli à paru-paru tampak edema dan hemoragik
-      Setelah 72 jam terjadi degenerasi epitel bronkus à kerusakan paru yang luas

Aspirat berupa partikel padat :
-      Besar :    obstruksi
-      Kecil :     inflamasi dengan pembentukan granuloma dan abses di alveoli dan menempel di dinding  bronkus
Gejala klinik yang tampak :
-      Bronkospasme --> pasien tampak sesak
-      Takipnea (nafas dangkal, cepat) à pasien tampak lelah bernafas
-      Pernafasan cuping hidung (+)
-      Retraksi interkostal suprastrenalis (+)
-      Pasien sianosis, takikardi, hipotensi --> berlanjut dengan syok dan tanda-tanda payah jantung (+)
-      Gejala cardiac failure (+) :
  • Wheezing di bagian atas paru-paru
  • Ronki yang difus di seluruh bagian paru-paru
-      Foto toraks : gambaran infiltrat putih besar tersebar di seluruh paru
-      Pemeriksaan gas darah : tekanan O2 menurun --> terjadi ARDS (Adult Respiratory Distress Syndrome) --> kematian
           

Sindrom Mendelson (Acid Respiratory Pneumonitis) à karena tidak dilakukan pengosongan lambung

Sindroma Mandelson (pneumonitis aspirasi)
à aspirasi isi lambung pH < 2,5
Gejala:
-      dispneu
-      takikardi
-      edema paru
-      takipneu
-      spasme bronkus
-      hipotensi

Terapi :
1.      Bronchial toilet     
-      Pasien dipasangi pipa ET
-      Aspirat diisap sampai bersih
-      Posisi kepala lebih rendah daripada kaki
-      Dibantu dengan melakukan bronkoskopi
-      Merupakan indikasi, tetapi risikonya besar
2.      Bantuan pernafasan
-      Aspirasi ringan : pemberian O2
-      Aspirasi berat : pemberian nafas buatan dengan konsentrasi O2 yang cukup tinggi (100%) melalui pipa trakea dengan alat bantu mekanis (ventilator / respirator)
-      Pemberian nafas buatan diharapkan dapat memperbaiki alveoli yang kolaps dan menekan cairan edema di dalam alveoli untuk masuk ke dalam sirkulasi paru-paru
3.      Obat-obatan bronkodilator, mis: aminofilin
4.      ATB dosis tinggi
5.      Bantuan kardiosirkulasi : berikan obat-obatan inotropik (+)
6.      Pemberian cairan : bila pasien hipovolemia
7.      Pemberian kortikosteroid, diharapkan dapat :
-      Menurunkan reaksi radang di alveoli
-      Mempermudah pelepasan O2 dari eritrosit ke dalam jaringan
-      Mencegah aglutinasi leukosit dalam paru-paru
8.      Obat-obatan untuk mengatasi edema paru
9.      Obat-obatan untuk mengatasi cardiac failure

Pasien aspirasi sebaiknya dirawat di ICU untuk mengevaluasi keadaan organ-organ penting seperti otak, jantung, paru-paru, dan ginjal


0 komentar:

newer post older post Home